all about mazda vantrend & friends

ngo-prek nge-lencer nge-blog dari pengalaman pribadi

Senin, 14 November 2011

Dijual Mazda Vantrend 96

Sesuai comment dari Om Afrizal ( http://mazdavantrend.blogspot.com/2009/08/jual-mazda-vantrend-96-akhir.html?showComment=1320808567846#c2417991269896753168 Om Afrizal mo lepas mazda vantrendnya dengan spesifikasi sbb:
1. Tahun 96 dah PW, PS.
2. Warna merah metalic,
3. Plat B jakarta ada tape, kaca film, ban serep, dongkrak, wiper jalan depan belakang,
4. Ban masih tebal, mobil jarang di pakai,
5. harga 35 net.
Silahkan menghubungi HP Om Afrizal di 081905165490

Rabu, 07 September 2011

Mudik 2011 (Featuring Daihatsu Feroza Megatop)

Bissmillahirohmanirohim...puasa & mudik 2011 ini membuat saya bersemangat karena waktu libur lebih lama, saya coba rencanakan sebaik mungkin, sehingga tujuan yang sudah kami rencanakan dapat tercapai dan yang terpenting sampai dirumah kembali dengan selamat AMIN.
Namun karena tantangannya lebih berat yaitu faktor kenyamanan dan konsumsi bensin he..he..maklum Daihatsu feroza lansiran 1996 ini cukup "berguncang" dan haus bensin (dalam kota 1 L : 6 rumah...he...he.. 6 km maksudnya). Kami berangkat tanggal 25 Agustus 2011 jam 10 pagi melalui jalur selatan, Tol Simatupang-Tol Cikampek-Tol Cipularang-Nagrek-Tasik-Majenang-Wangon-Purworejo-Yogyakarta(26/08/11)-Pantai Baron-dan sampai di Ponorogo tanggal 27/08/2011 pukul 21, 900-an KM sudah kami tempuh dalam 3 hari 2 malam. Berikut gambar-gambar yang berhasil saya ambil saat perjalanan......
NOTE: Penyebutan merk, tempat dan gambar bukan bermaksud untuk promosi. Ada kesalahan setting tanggal di kamera, saat penggantian battery.Sebagian foto saya ambil menggunakan kamera HP.
Sekitar pukul 13.30 Sholat dzuhur di Masjid daerah Nagrek...
Lintas nagrek yang lancar jaya....
Sekitar pukul 16.15 Sholat ashar di masjid restoran SR rajapolah...

Suasanna ngabuburit di kota tasikmalaya.....sekitar pukul 17.00

Buka puasa di Plaza Asia Tasikmalaya....di lokasi parkir di belakang asia plaza, yang juga terdapat pusat kerajinan Tasik serta waterpark
Menunggu saat sahur di resto taman pringsewu sumpiuh ....sekitar pukul 03.00
Menikmati sunrise antara gombong-purworejo
Segaaarrr.....
Tiba di Jogja sekitar pukul 17.00 .....cari hotel disekitar malioboro....di jalan dagen tepatnya...dengan tarif 300 ribu....(AC, TV & air panas....)
Dengan diantar becak yang banyak terdapat di depan hotel...kami keliling sekitaran malioboro dan keraton(ongkos sekitar 10 ribuan untuk beberapa tempat seperti pengrajin kaos dagadu, toko oleh2x makanan khas yogya..kurang lebih 5 km) Makan malam di warung gudeg sekitar wilijan...kalo dari arah malioboro ke arah keraton mentok alun2x belok kiri, kemudian ambil kiri lagi setelah ketemu pertigaan pertama ambil kanan...masuk gapura ...nah...sepanjang jalan wijilan itu terdapat banyak warung gudeg...tinggal pilih deh..berikut suasana malam di malioboro dan sekitarnya...

No Comment..he..he...

Musik yang unik energik dan sangat menghibur...menghangatkan suasanan malam itu di malioboro..

Tanggal 27/08/11 sekitar pukul 9 pagi kami meninggalkan hotel, tujuan berikutnya adalah benteng Vredeburgh....berikut suasana pagi di sekitar malioboro dan benteng....

Tiba di benteng....

Beberapa sudut dalam benteng....


Ke toko batik Wisnu di depan gapura jalan wijilan

Sekitar pukul 11.00 kami lanjutkan perjalanan menuju pantai baron di selatan wonosari...berikut suasana perjalanan dan beberapa sudut pantai baron, dengan harga tiket masuk 10 ribu plus parkir 5 ribu untuk sekitar 5 lokasi pantai...

Suasana pedesaan sekitar pantai baron...berbukit cadas...

Pintu masuk pantai baron,kukup, drini, krakal, sundak dan sepanjang. Yang terdekat dengan pintu masuk adalah pantai baron kurang lebih 5 km...

Tiba di pantai...Subhanalloh...

Sumber air tawar/sungai yang mengalir ke laut dari celah bukit batu....

Ombaknya....

Beach boy satu ini emang betah banget kalo main pasir dan air....tetap semangat...

Tebing batu yang menjorok kedalam menyerupai goa....

Terdapat warung2x penjual ikan laut...

Bisa langsung dimasak ditempat (teri, udang, rumput laut dll) sesuai selera...dengan harga berkisar antara 10 ribu s/d 30 ribu (matang) tergantung dari jenis ikan yang kita pilih.....hmmmm nikmat...sayang lagi puasa....

Ini dapurnya...

Sekitar pukul 18.00...buka puasa di kota wonogiri....berikut suasananya..

Cukup ramai.......

Tiba di ponorogo sekitar pukul 21.30, TIDUR.....
Mengingat lebaran diundur..he...he...kondisi puasa....kami coba mengenang masa honeymoon dulu....he...he...danau ngebel di timur ponorogo menjadi tujuan kami....berikut suasananya...
View danau dari arah bendungan....

Terdapat juga akses menuju air terjun Selo Rejo, informasi dari masyarakat sekitar,jaraknya kurang lebih 10 km dari ngebel, dengan medan menanjak yang curam...

View kearah bendungan.....

DPR...dibawah pohon rindang...sekitar danau....disekeliling danau terdapat akses jalan mengelilingi danau...rindang, cukup sejuk dan enak untuk bersantai....

Dalam perjalanan pulang kami sempatkan mampir ke kolam penampungan air, untuk pembangkit listrik tenaga air...
Dari pinggir kolam...kita bisa menyaksikan kota ponorogo di kejauhan.....
Bermain di sawah merupakan kegiatan yang mengasyikan buat anak-anak.....berikut suasana sawah dekat rumah.....

Ada kejadian yang mengharuskan saya mandi di sawah....karena terpeleset dan demi menyelamatkan kamera, saya harus rela "nyungsep" ke sawah berlumpur dengan posisi kepala di bawah dan kaki diatas....sehingga saya menjadi bahan tertawaan anak-anak....ha..ha....mudah-mudahan kenangan lucu ini dapat mereka ingat hingga dewasa nanti....
Satu lagi kuliner di Ponorogo yang patut di coba....sate & gule kambing Pak Rozi....LEZAAATT......terletak di jalan kecil Tegalombo sumoroto ponorogo...kalo koordinat lokasi di GPS longitude S 7 derajat 54.147' dan latitude E 111 derajat 23.855'
Malam Takbiran kami menikmati sajian wayang kulit semalam suntuk....surprise-nya anak-anak sangat antusias dalam menyaksikan...walaupun mereka tidak mengerti bahasanya...ha....ha...mereka menanyakan nama-nama tokoh yang terpajang..saya pun hanya dapat menjelaskan semampu saya...

Sedang untuk jalur pulang kami melalui jalur utara, dari Ponorogo tanggal 2/09/11 jam 09 melalui Mojokerto-Surabaya-Suramadu-Ujung Kamal- WBL (Wisata Bahari Lamongan) Panciran Lamongan-Bulu-Lasem-Rembang-Semarang-Cirebon-Palimanan-Jatiwangi-Kadipaten-Ujungjaya-Cikamurang-Subang-Tol Sadang-Exit Tanjung Barat-Depok....

Istirahat sejenak dalam perjalanan menuju Surabaya.......
Suasana macet luar biasa di jalur Mojokerto-Surabaya....berdebu..dan saling serobot pula.....
Berkat GPS pula ahirnya kami temukan Lontong Balap Pak Gendut...he....he...nikmat setelah menempuh perjalanan ponorogo surabaya...harga per porsi sekitar 7000 plus sate kerang 300 rupiah per tusuk. Sayang bau got yang cukup menyengat mengganggu selera makan saya....

Pukul 8 pagi kami lanjutkan perjalanan menuju Suramadu...berikut suasananya.... Pintu TOL..."HTM" 30 ribu.....
Sayang memang...kami tidak bisa berhenti di tengah jembatan untuk sekedar berfoto...berhubung memang ada larangan dan petugas yang berpatroli....

Tiba di Pulau Madura disambut cuaca yang terik dan deretan penjual sovenir serta penjual makanan khas madura... namun bila anda memang berminat sekedar membeli sovenir dengan harga lebih murah...lokasinya di pinggir jalan setelah jembatan penyebrangan...kurang lebih 1 km dari pintu keluar tol suramadu.


Lokasi penjual sovenir dengan harga lebih murah dibanding lokasi pertama....
Suasana pedesaan di Madura, menuju pelabuhan ujung kamal.
Suasana diluar pelabuhan...
Suasana di dalam pelabuhan ujung kamal....dengan "HTM" 45 ribu kami menyebrang ke surabaya..
Masuk ke ferry.....

Suramadu dilihat dari anjungan ferry...
Suramadu dilihat dari haluan ferry...
Pulau madura dilihat dari buritan ferry...
Deretan kapal perang milik TNI AL di tanjung perak surabaya......
Monumen Jalesveva Jayamahe....
Setelah sampai di Surabaya kembali, sholat dzuhur di Masjid Ampel. Masjid yang dikelilingi oleh makam, yang hari itu banyak diziarahi umat muslim dari sekitar surabaya..diantaranya makam KH Mas Mansyur...
Berikut beberapa gambar suasana di dalam Masjid...


Menara masjid dilihat dari parkir area...Selesai makan siang kami lanjutkan perjalanan menuju WBL (Wisata Bahari Lamongan) yang terletak di kecamatan panciran kabupaten Lamongan...masuk TOL tanjung perak Surabaya..keluar di Manyar gresik...lanjut melalui jalur Pantura Sedayu-Panceng-Panciran...kurang lebih 50-60 km...

Berhubung sudah mendekati malam kami istirahat sejenak sambil menikmati sunset di pinggir pantai....sambil mencari informasi perihal penginapan yang murah meriah.... akhirnya kami dapat, walaupun agak jauh dari WBL ( sekitar 5 km) namun tempatnya bersih dan dengan harga terjangkau 200 ribu semalam (kipas angin)...lokasinya 200 meter dari makam Sunan drajat....
Selamat datang di WBL....
HTM 50 ribu per orang (anak dgn tinggi badan 85 cm bayar)...lumayan banyak wahana yang dapat dinikmati tanpa harus membeli tiket lagi...



Berikut detail brosur-nya bila ada yang berminat....
Setelah puas dan lelah..he..he..pukul 14 kami lanjutkan perjalanan menuju Jakarta....melalui Pantura.....sepanjang jalan pinggir pantai...tiba di Tuban kami puaskan untuk bermain di pantai....lokasinya dekat dengan jalan utama...namun ada satu kekurangannya...KOTOR oleh sampah....walaupun ada beberapa bagian yang masih terlihat bersih....namun cukup mengganggu pemadangan...berikut suasananya...


Masih kurang puas untuk menikmati sunset...minggir lagi....he..he....cukup bayar parkir 2000 rupiah...ato kalo mo teliti ada beberapa jalan masuk yang biasanya dimanfaat oleh warga sekitar...


Menjelang senja kami lanjutkan perjalanan.....
Saat istirahat sholat isya di RM Pantura Ria tepatnya di daerah bulu (200 meter dari tugu perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah)...saya coba cek bau bensin yang berasal dari kabin mesin...ternyata ada kebocoran di membran pompa bensin... Mesin masih berjalan normal, sambil cari solusi sementara sampai ke bengkel terdekat, saya hubungi mekanik langganan...solusi sementara dengan menyumbat saluran buang bensin yang terletak dibagian bawah pompa bensin dengan Lem Besi....masalahnya disekitar hanya ada rumah makan dan gak ada yang jualan lem besi..puuih...akhirnya dengan kebaikan dan pertolongan dari penjaga warung (Mas Faisal...terima kasih Mas atas pertolongannya mengantar saya mencari lem besi.....). Lubang pembuangan akhirnya dapat tersumbat, sudah tidak bau bensin lagi....namun untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan esok harinya..jadilah malam itu kami menginap di mobil
Pagi-pagi sekali kami lanjutkan perjalanan...pemandangan sangat indah..karena melewati pinggir pantai menjelang sunrise.....desa nelayan....namun karena fikiran terfokus pada kerusakan mobil...kami lanjut terus sampai di kota Lasem....kami jumpai toko Part fajar...namun part pompa bensin tidak ada di toko tersebut...dengan kebaikan hati Pak Bambang pemilik toko...saya disarankan untuk melanjutkan perjalanan ke Rembang menuju toko 27, part telah tersedia disana...terima kasih Pak Bambang atas kebaikannya.....
Di DPR saat penggantian pompa bensin....ALhamdulillah selesai sekitar jam 12.15..........
Sunset di jalur Semarang-Demak...
Setelah sholat shubuh di Masjid Agung Brebes......
Masuk kota Cirebon sekitar pukul 10...saya putuskan untuk tidak masuk tol...tujuannya nasi jamblang...ha..ha...
Menikmati nasi jamblang di jalan sukarno-hatta (kalo tidak salah)....murah meriah...apalagi pepes remisnya yang bikin saya penasaran....cukup 7000 saja

Bungkus buat makan siang nanti....
Itulah hikmah nyari nasi jamblang...kami tidak terkena macet di dalam TOL pejagan plumbon.....namun kurang lebih 3 km setelah pertigaan palimanan arah arjawinangun sudah macet total, saya putar balik kearah Jatiwangi....namun sepertinya sama saja....sepanjang jatiwangi sampai ke kadipaten macet total...akhirnya dari kadipaten saya ambil arah ke jatibarang...kurang lebih 15 km belok kiri arah ujungjaya...yang nantinya tembus ke cikamurang....
Suasana jalan arah ujung jaya....
Sambil istirahat sholat dzuhur kami menikmati serabi tempe....seharga 1000 rupiah per buah.....
Berikut suasana jalur menuju ujung jaya....selang seling...jalur mulus, berlubang dan berbatu.....


Alhamdulillah tanggal 6 september 2011 (5 hari 4 malam) kami sampai di depok sekitar pukul 22.00 setelah kena macet lagi di Sadang....total kilometer 2589 km dan bensin 205 liter (2589/205 = 12,6) agak terkejut juga mengingat konsumsi bensin dalam kota yang hanya 1L untuk 6km, dan perjalanan kemarin 1 L bisa 12 km, dengan rpm di kisaran 1500-3000, dan konstan di rpm 2000.Adapun rincian biaya perjalanan (bensin, hotel dan HTM) kurang lebih sbb:
1. Bensin PP total Rp 925.000
2. Tol TB Simatupang-Cikunir Rp 7.000
3. Tol Cikunir-Cileunyi Sekitar Rp 50.000-an
4. Hotel Lilik jl Dagen Malioboro Rp 275.000
5. HTM Pantai Baron skitar Rp 15.000
6. Tol Suramadu Rp 30.000
7. HTM ferry ujung kamal Rp 45.000
8. Tol Tanjung perak-Manyar sekitar Rp 7000-an
8. Penginapan di Panciran Rp 200.000
9. HTM WBL (Wisata Bahari Lamongan) @ Rp 50.000 x 5 = Rp 250.000
10.Tol Sadang-Tanjung Barat sekitar Rp 30.000-an
Total sekitar Rp 1.834.000 diluar biaya makan parkir dll.
Terima kasih...mudah-mudahan berguna.